Posted by Unknown on November 29, 2015
Jujur, sebenarnya game ini memiliki gameplay yang sederhana namun sangat mengasikan. Cara mainnya sangat sederhana. Menggunakan senjata utama yaitu anak panah, kita hanya perlu membunuh kawanan Naga yang datang untuk menyerang castle yang karakter utama lindungi. Cara melepaskan anak panahnya pun sangat mudah, kita hanya perlu menarik dan mengarahkannya ke manapun kita mau. Semakin besar tarikan yang kita lakukan, maka semakin kencang pula anak panah akan melesat. Serta semakin jauh stage yang dilalui, maka akan semakin besar dan banyak pula Naga-naga yang harus dikalahkan.
Setelah menyelesaikan suatu stage, kita akan masuk ke dalam menu upgrade. Di dalam menu ini kita dapat melakukan upgrade terhadap beberapa hal mulai dari Castle, jenis panah, sampai Skill-skill yang bisa digunakan untuk menyerang kawanan Naga. Karena ukuran gamenya yang hanya berkisar 6 mb, game Dragon Hunter ini pun memiliki kualitas grafik yang kurang menurut saya. Jika game ini bisa ditingkatkan Grafik serta ditambahkan Fitur-fitur lain di dalamnya, bukan tidak mungkin game ini bisa lebih menarik untuk dimainkan.
Info
Size : Apk (6.6 Mb)
Requirement : 2.1+ | Offline
Genre : Arcade
Tested : Lenovo A7-10 (Mali-450)
8.0 / 10
Google Playstore
Read more »
Posted by Unknown on November 29, 2015
Alien Creeps TD. Dari judulnya saja sudah bisa ditebak gameplay yang diangkat ke dalamnya, yaitu Tower Defense. FYI, jika kalian menemukan judul sebuah game ada TD nya itu berarti kemungkinanb besar gameplay yang diangkat ke dalamnya adalah Tower Defense. Ceritanya di dalam game ini pemain akan memainkan Tentara-tentara dengan persenjataan lengkap. Pada tiap stage permainan, lokasi untuk membangun tower sudah ditentukan dan dibatasi secara default. Jadi pemain tidak bisa membangun / meletakan tower di sembarang tempat.
Pemain dapat membangun 4 jenis tower, dimana keempat jenis tower ini memiliki kekuatan dan jenis serangan yang berbeda-beda. Tiap stage pemain harus mampu bertahan dari serangan Alien Creeps selama beberapa wave. Ada beberapa bantuan yang bisa digunakan pemain, yang pastinya bantuan ini akan memakan sejumlah energy yang pemain bisa dapatkan setiap membunuh Alien Creeps. Terdapat pula fitur upgrade tower dan bantuan pada menu awal game. Selain itu pemain juga bisa memainkan lebih dari satu karakter hero, untuk membantu mengalahkan Alien Creeps tiap kali bermain.
Info
Size : Apk (81 Mb)
Requirement : 4.0.3+ | Offline
Genre : Strategy
Tested : Lenovo A7-10 (Mali-450)
Mod :1. Infinite coins2. Infinite gems3. Infinite airstrikes4. Infinite reinforcements5. Infinite tesla tower usage6. No cooldown7. Rapid abilities
8.5 / 10
Google Playstore
Read more »
Posted by Unknown on November 29, 2015
Sonic Dash merupakan salah satu dari sekian banyak game yang mengangkat karakter Sonic menjadi karakter utama di dalam game. Nah pada game Sonic Dash ini, Model-model gameplaynya serupa dengan game Runner lain seperti Subway Surfers, maupun Temple Run. Dimana menggunakan karakter Sonic ini kita akan berlari sejauh mungkin dengan cara menghindari berbagai macam penghalang maupun menghindari karakter musuh.
Untuk melakukan kontrol terhadap karakter Sonic hanya perlu melakukan beberapa gesture pada layar, seperti swipe ke atas untuk melompat, swipe ke bawah untuk menunduk, dsb. Enaknya dari game ini ketika karakter Sonic mengenai musuh karena tidak melakukan serangan, game masih tetap bisa dimainkan. Hanya saja Ring yang sebelumnya sudah terkumpul akan terlepas dan hilang. FYI, game Sonic Dash ini merupakan sekuel game yang dirilis sebelum game Sonic Dash 2 yang dulu pernah saya posting.
Info
Size : Apk (60 Mb)
Requirement : 4.0+ | Offline
Genre : Arcade
Tested : Lenovo A7-10 (Mali-450)
8.4 / 10
Google Playstore
Read more »
Posted by Unknown on November 29, 2015
Mumpung sedang Hot dan banyak jadi bahan perbincangan, saya akan langsung coba sedikit review dan posting game Asphalt Nitro ini. Jika pada game besutan gameloft lainya seperti Asphalt 8 memerlukan data game yang besar, lain halnya dengan game racing satu ini. Game ini hanya berukuran sekitar 23 Mb (Apk) dan tidak membutuhkan cache data. Meskipun berukuran kecil namun jangan diremehkan gameplay serta grafik yang dihasilkan Asphalt Nitro. Grafik game sangat baik untuk ukuran sekecil ini, ditambah banyaknya jenis mobil yang bisa dibeli dan dimainkan di dalamnya menambah nilai plus. Selain itu kita juga bisa melakukan upgrade mobil untuk 4 sektor kendaraan (Acceleration, Top Speed, Handling, serta Nitro). Namun sayang, untuk modifikasi game ini hanya menyediakan fitur painting mobil saja, kita tidak bisa membeli body kit, dll.
Menu settingnya pun cukup lengkap. Di dalamnya sudah tersedia settingan Controls yang terdiri dari 4 jenis yaitu Tilt, Tilt & Icons, Steer, serta Touch. Tersedia pula settingan sensitivity pada menu setting. Masuk ke dalam gameplay, sebenarnya Tema, Control, bahkan saya rasa hampir semua aspek pada saat berkendara di dalam game Asphalt Nitro ini mirip dengan Asphalt 8. Meskipun grafiknya memang kalah jauh dari Asphalt 8, dengan ukuran sekecil ini saya rasa tidak jadi masalah. Oh ya game ini tidak harus terkoneksi dengan jaringan Internet tiap kali bermain, atau dengan kata lain bisa dimainkan secara offline.
Info
Size : Apk (23 Mb)
Requirement : 4.0+ | Offline
Genre : Racing
Tested : Lenovo A7-10 (Mali-450)
8.7 / 10
Google Playstore
Read more »
Posted by Unknown on November 28, 2015
Ketika pertama kali melihat SS game, pasti kalian juga sepakat bahwa game ini mirip dengan game Pokemon. Mulai dari penggunakan karakter monster di dalamnya, Elemen-elemen yang ada di tiap monster, sampai cara bertarungnya. Namun setelah saya coba mainkan ada beberapa perbedaan yang menonjol dari game Mino Monster 2 Evolution ini dengan game pokemon yang biasa dimainkan di konsol. Yang pertama tidak adanya trainer yang terlihat di dalam game. Jadi pemain sendirilah yang menjadi trainer, sehingga pemain tidak akan memainkan karakter trainer di dalam game.
Kedua, Elemen-elemen di dalam game tidak semuanya sama dengan game Pokemon. Maksudnya begini, jika pada game pokemon type elemen Water kalah dengan Grass, di dalam game Mino Monster 2 type pokemon Water kalah dengan type Flying. Serta beberapa perbedaan lainya. Namun untuk karena game Pokemon yang gameplaynya seperti di konsol tidak keluar untuk platform mobile, game ini bisa menjadi alternatif untuk kita memainkan game serupa. Jangan salah, game ini memiliki grafik game yang cukup bagus, serta Fitur-fitur tambahan yang tidak akan kalian temui pada game serupa.
Info
Size : Apk (62 Mb)
Requirement : 4.0+ | Offline
Genre : Adventure
Tested : Lenovo A7-10 (Mali-450)
Mod :- Increased Coin Gain [from Chest Unlocking]- No Switch Cost- No Skill Cost
8.5 / 10
Google Playstore
Credit to ZahirSher
Read more »
Posted by Unknown on November 27, 2015
Steam Punks ini merupakan game bergenre Adventure yang dibuat dan dikembangkan oleh developer bernama Monster Robot Studios. Game action platformer RPG ini terinspirasi dari game klasik pada konsol Nintendo NES dan SNES seperti Mega Man, Mega Man X dan Castlevania. Dari awal saya mencoba game ini memang kental sekali atmosfer game Mega Man nya. Mulai dari cara mengontrol karakter, cara menembak, background game dan background music yang digunakan di dalamnya.
Di dalam game ini ada karakter utamanya yang bernama Dunns Calhan. Menggunakan karakter utama ini, pemain harus melewati tiap stage permainan dengan cara melompati rintangan, menghindari serangan musuh, serta menembaki Musuh-musuh yang ada untuk mendapatkan coin. Tiap stage memiliki checkpoint di akhir permainan, dimana jika si karakter Dunns Calhan ini mati maka permainan akan dilanjutkan dari checkpoint yang terakhir pemain lalui. Untuk weapon dan mask yang lebih canggih bisa pemain dapatkan nantinya sejauh mana stage sudah dilalui.
Info
Size : Apk (38 Mb)
Requirement : 2.3.3+ | Offline
Genre : Adventure
Tested : Lenovo A7-10 (Mali-450)
7.7 / 10
Google Playstore
Read more »
Posted by Unknown on November 26, 2015
Review Tablet Lenovo Tab 2 A7-10.Review Indonesia Tablet Lenovo Tab 2 A7-10. Unboxing Tablet Lenovo Tab 2 A7-10. Spesifikasi Tablet Lenovo Tab 2 A7-10. Foto Tablet Lenovo Tab 2 A7-10. Test Gaming Tablet Lenovo Tab 2 A7-10. Test Baterai Tablet Lenovo Tab 2 A7-10. Harga Tablet Lenovo Tab 2 A7-10.
Haloooooo Agan-agan sekalian. Jika biasanya saya memposting tutorial, tips trik, maupun game untuk perangkat Android, kali ini sedikit berbeda. Di postingan ini, saya akan membagikan sedikit pengalaman dan keseruan dalam menggunakan tablet terbaru dari Lenovo yaitu Lenovo Tab 2 A7-10. Catatan: ini sama sekali tidak di endorse ya, saya beli karena ingin nyicipin rasanya tablet dengan harga yang sangat murah namun membawa spesifikasi yang mumpuni. Jadi Insya Allah reviewnya akan objektif dan tidak memihak.
Tadinya mau buat video unboxing, tapi karena SDHC di kamera saya belum class 10 jadi gak bisa merekam video lebih dari 30 detik. Oke balik lagi ke topik review dari Lenovo Tab 2 ini, ada beberapa hal yang akan saya jadikan sub bab review. Diantaranya adalah kelengkapan apa saja yang di dapat, performa baterai, sampai performa tablet ketika saya test dengan Game-game kecil sampai yang besar / HD. Langsung saja masuk ke dalam Sub-bab yang pertama, yaitu Kelengkapan yang di dapat pada saat pertama kali membeli Lenovo Tab 2 A7-10 ini.
Sebelum masuk ke bahasan utama, ada baiknya kalian melihat spesifikasi dari Lenovo Tab 2 A7-10 ini yang saya ambil dari GSMArena.
Entah kenapa pada situs tersebut disebutkan bahwa gpu yang ada pada A7-10 adalah Mali-400MP2, padahal ketika saya test menggunakan aplikasi Cpu-Z disebutkan bahwa gpu yang disematkan ke dalam A7-10 adalah Mali-450. Oke, langsung saja masuk ke dalam review.
1. Kelengkapan
Sepertinya tablet ini membawa aksesoris ataupun kelengkapan yang tidak jauh berbeda dengan smartphone / tablet Android lainya. Ketika saya pertama kali membuka dus, di dalamnya terdapat 2 buah kotak. Yang satu berukuran besar, dan satunya lagi kecil dengan tutup pada bagian atas. Pada kotak besar berisikan unit dari Lenovo Tab 2 A7-10, kepala charger dengan output 1A, kabel usb berwarna hitam, manual book, serta stiker berwarna Abu-abu yang bisa kalian lihat pada foto di bawah ini.

Selanjutnya pada kotak kecil, di dalamnya berisikan kartu garansi dari Lenovo Tab 2 yang saya beli. Bentuknya agak besar, persis seperti sertifikat workshop yang pernah saya dapat dari kampus saya. Kelengkapan yang di dapat itu saja, tidak terdapat Headset / Earphone bawaan di dalamnya. Oh ya tablet ini saya beli ketika sedang ada potongan harga di lazada, tablet ini sampai dengan selamat di depan rumah saya dengan harga hanya Rp 689.000,-. Dimana lagi coba bisa dapet tablet quadcore, BNIB, sudah Android 5.0 Lollipop seharga segitu XD. Untuk yang males baca, saya buatin lagi ringkasan apa saja yang saya dapat bersamaan dengan tablet A7-10 ini.
#1 unit tablet Lenovo Tab 2 A7-10#1 buah kepala charger(1A) dan kabel usb#manual book & stiker#kartu garansi resmi Lenovo selama satu tahun
2. First Impression Tab2 A7-10
Pada saat pertama saya nyalakan, tablet ini masih berjalan di atas os Android 4.4.4 Kitkat kalo tidak salah. Setelah itu ada update-an sekitar 20mb, dan baru setelah itu dapat update-an Lollipop 5.0 sebesar 800an mb. Proses download menghabiskan waktu 15 menit, proses install sekitar 10-15 menit an. Kesan saya ketika pertama kali menggunakan tablet ini, genggaman terasa sangat nyaman. Lenovo tidak ingin membuat tablet ini terlihat besar, sehingga bezel dan layar tidak berjarak terlalu jauh sehingga tidak mubazir. Hal ini memungkinkan saya untuk memegang / menggunakan tablet dengan satu tangan saja. Dikarenakan langsung saya update ke Lollipop pada saat pertama pakai, jadi saya akan bahas pengalaman pada saat menggunakan tablet ini ketika berjalan di atas OS Android Lollipop saja ya.


Saya tidak merasa seperti menggunakan tablet seharga 700 ribu an ketika tablet ini sudah di update ke Android 5.0 Lollipop. Pertukaran dari app drawer ke dalam aplikasi, maupun sebaliknya terasa sangat halus dan lancar. Saya tidak menemukan lag berarti sampai saat ini dalam menggunakan Lenovo Tab 2, baik untuk browsing sampai memainkan game online. Meskipun hanya memiliki kapasitas ram sebesar 1 gb, namun free ram yang di dapat cukup besar. Sebelum menginstall banyak 3rd app party, free ram yang dimiliki oleh tablet ini adalah sebesar 400an mb. Jika sedang banyak aplikasi yang berjalan di balik layar, tablet ini pun masih mendapatkan freen ram yang cukup lega sebesar 300an mb.
3. Penyimpanan
FYI, Lenovo Tab2 A7-10 dibekali dengan memori internal sebesar 8 gb. Karena sudah berjalan di atas Android 5.0 Lollipop, system dan aplikasi bawaan memakan penyimpanan internal tablet sebesar 3.5 gb sehingga saya hanya mendapatkan available memory sebesar 4.5 gb. Namun tak perlu khawatir karena A7-10 memiliki slot micro sd hingga 32 gb. Saya sendiri menyematkan micro sd class 10 merk Samsung berkapasitas 16 gb ke dalam tablet ini. Oh ya info lagi nih ya, micro sd yang saya masukan pada saat tablet menyala tidak langsung terbaca oleh tablet. Oleh karena itu saya harus melakukan proses reboot / restart terhadap A7-10, baru setelah itu micro sd yang saya masukan dapat terbaca dengan baik. Selain itu tablet ini juga dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan saya untuk memindahkan aplikasi dari memori internal ke sdcard / microsd tablet.


Hal ini Sangat-sangat bermanfaat agar memori internal tablet yang tergolong kecil agar tidak cepat penuh.Proses pemindahkan aplikasi dari internal ke sdcard tablet dapat dilakukan tanpa perlu kita root terlebih dahulu tabletnya, hal ini menjadi nilai tambah yang didapatkan oleh tablet ini menurut pendapat saya. Namun sayang untuk peletakan data game hanya bisa diletakan di dalam memori internal sebesar 4.5 gb yang tersedia, sehingga saya harus Benar-benar bijak memilih game mana yang akan saya install dan mainkan di dalam A7-10. Oh ya ketika saya menyambungkan A7-10 ke laptop, ternyata terdapat pilihan koneksi penyimpanan usb untuk memindahkan data dari laptop ke tablet atau sebaliknya. Pilihan ini sudah sangat jarang saya temui pada perangkat Android sekarang ini, namun sayang koneksi penyimpanan usb ini hanya dapat membaca storage / penyimpanan pada sdcard dan tidak bisa membaca storage internal dari tablet A7-10.
4. Kamera
Lenovo Tab2 A7-10 hanya mempunyai kamera pada bagian depan (front camera) dengan resolusi VGA (1mp) saja. Sebetulnya saya juga tidak terlalu berharap banyak dari kualitas tangkapan gambar tablet ini, karena saya juga jarang menggunakan tablet untuk mengabadikan momen yang saya dapati hehe. Foto di bawah ini saya ambil menggunakan A7-10 di dalam ruangan dengan cahaya yang sebetulnya cukup banyak, namun sekali lagi karena tablet ini hanya dibekali dengan kamera beresolusi VGA jadi hasilnya tidak terlalu bagus. Cukuplah untuk melakukan video call maupun skype.
5. Baterai & Charging
Dengan kapasitas baterai sebesar 3450mah Li-Ion, saya merasa sangat puas karena tablet ini dapat bertahan hingga 20 an jam. Padahal tablet ini saya sering gunakan untuk nge game offline, online, sosial media, dan tablet ini selalu terhubung dengan koneksi internet (wifi). Memang hematnya tablet ini berbanding lurus juga dengan lama-nya waktu yang saya habiskan untuk melakukan proses charging. Saya sudah melakukan 2 kali test charging terhadap tablet ini. Yang pertama saya melakukan proses charging menggunakan charger bawaanya dengan arus output 1A, dimana dari 27% hingga 88% an kalo tidak salah memakan waktu sekitar 3 jam. Eiittss, namun pada saat melakukan charging semua aplikasi bawaanya update sehingga memakan lumayan banyak persentase batre. Lalu pada test charging kedua saya menggunakan powerbank Xiaomi berkapasitas 5000mah. Dalam keadaan menyala namun tidak di pakai (wifi juga mati), tablet ini saya charge dari batre 37% sampai 100% dengan memakan waktu sekitar 2 jam.
Mungkin Teman-teman sesama pengguna A7-10 memiliki pengalaman berbeda, dan mungkin saja proses charging A7-10 mereka bisa lebih cepat. Faktor yang membuat proses charging terasa lama menurut saya pertama karena kapasitas baterai yang cukup besar dari tablet ini, yaitu 3450mah. Kedua charger bawaan A7-10 hanya dibekali kepala charger dengan output 1A, mungkin saya harus menggunakan charger dengan output yang lebih besar (tidak disarankan). Saya yakin Lenovo sudah memiliki perhitunganya sendiri sehingga menggunakan charger 1A untuk digunakan pada A7-10. Ketiga tablet dalam keadaan menyala ketika saya charge, meskipun tidak digunakan tapi bisa saja aplikasi yang berjalan di balik layar secara Diam-diam membutuhkan daya sehingga A7-10 yang sedang di charge tidak melakukan proses charging secara optimal. Nanti saya coba charge A7-10 dalam keadaan mati dan persentase batre di bawah 20%.
6. Layar & Performa Gaming
Nah sepertinya ini Sub-bab yang paling di Tunggu-tunggu oleh kalian semua, yaitu seberapa baik Tab2 A7-10 ini dalam memainkan game kecil maupun game HD. Untuk kenyamanan bermain game sih sudah tidak perlu diragukan, jika biasanya saya tidak terlalu suka bermain game di tablet namun lain halnya jika bermain dari A7-10 ini. Karena bezel nya yang tidak terlalu besar memungkinkan Jari-jari saya menjangkau seluruh bagian layar ketika bermain game. Untuk bermain game yang membutuhkan kecepatan Jari-jari tangan, ada sedikit rasa keset / tidak halus pada layar pada awalnya. Namun ketika sudah agak lama bermain, menjadi terbiasa dan saya bisa beradaptasi dengan tingkat sensitifitas layar. Lenovo Tab2 A7-10 ini support maksimal 5 sentuhan di saat yang bersamaan pada layarnya, tidak begitu buruk menurut saya.
Untuk performa game, ada beberapa game kecil / enteng yang saya coba mainkan pada A7-10 ini diantaranya Hellrider, League of Stickman, serta Zombie Tsunami. Semua game kecil ini dapat dimainakan dengan sangat baik pada A7-10 tanpa ada lag berarti, bahkan tergolong lancar abis dan tidak ada gerakan Patah-patah yang saya alami. Untuk game menengah saya coba memainkan game Fallout Shelter (offline) serta Sims Freeplay (Online). Dan sesuai perkiraan saya, kedua game ini juga dapat dimainkan dengan sangat baik pada tablet yang memiliki gpu Mali-450 ini. Nah untuk game yang berat (HD) nya saya melakukan uji coba dengan memainkan game GTA Chinatown Wars yang memiliki ukuran obb hampir 900 mb. Tadinya saya ingin mencoba game yang berukuran lebih besar, namun sangat disayangkan available memory internal pada A7-10 yang saya punya hanya 1 gb saja. Secara keseluruhan game bisa dimainkan dengan sangat baik, tidak ada lag berarti yang saya dapatkan. Layar nya juga sangat sensitif dan mampu merespon sentuhan Jari-jari saya dengan baik.
7. Dolby Audio
Fitur lainya yang dihadirkan ke dalam tablet 700 ribuan ini adalah Dolby Audio. Sebagaimana diketahui Dolby merupakan nama perusahaan yang bergerak di bidang audio, visual, dan sudah banyak mengembangkan teknologi untuk dunia perfilman, home theaters, PC, perangkat mobile, dan games. Jadi bisa dibilang dengan hadirnya fitur Dolby Audio ini semakin memanjakan pecinta musik jika memiliki tablet Lenovo A7-10 ini, karena dengan mengaktifkan fitur Dolby Audio suara yang dihasilkan melalui A7-10 akan semakin enak untuk didengarkan. Jujur saya sebetulnya kurang paham soal beginian, tapi yang saya rasakan suara yang dihasilkan cukup baik dan enak untuk di dengar.

Baik itu melalui speaker bawaan A7-10 maupun melalui Headphone / Earphone yang saya gunakan. Pertama saya gunakan Headphone 2XL by Skullcandy Shakedown, serta Earphone Sennheiser MX 170. Keduanya Sama-sama menghasilkan suara yang cukup baik, namun tidak sebaik yang dihasilkan HTC One M7 dengan teknologi Beats Audio yang disematkan di dalamnya :p. Jadi saya rasa dengan harga murah, ditambah fitur Dolby Audio semakin membuat tablet ini sangat pantas untuk dimiliki.
8. Kesimpulan
Langsung masuk ke dalam kesimpulan saja ya, karena saya pun agak bingung mau bahas apa lagi dari tablet A7-10 ini. Dengan harga yang Sangat-sangat terjangkau, tablet ini sudah melebih ekspektasi saya pertama saya coba. Dengan layar 7 inch, tablet Lenovo Tab2 A7-10 ini dapat dengan mudah saya gunakan dengan satu tangan dalam posisi portrait. Dengan resolusi 600x1024, layar 7 inch, 170 ppi, saya masih bisa dengan nyaman menatap layar A7-10 hingga berjam-jam lamanya baik digunakan pada saat bermain game, browsing, hingga menonton film. Jadi soal kenyamanan dalam menggenggam, melihat, dan menggunakan A7-10 saya rasa sudah tidak perlu diragukan lagi.
Lalu kapasitas baterai yang besar membuat tablet ini sangat irit, apalagi untuk seseorang seperti saya yang sering bermain game offline maupun online. Meskipun proses charging memakan waktu yang cukup lama, namun tidak masalah. Karena sebanding dengan lamanya waktu yang bisa saya habiskan bersamaan dengan A7-10 itu sendiri. Berikut ini saya berikan nilai plus dan minus dari A7-10 dari pengalaman saya menggunakan nya selama 2 hari ini :
+ Kapasitas baterai besar, sehingga sangat hemat meskipun digunakan untuk bermain game maupun menonton film.
+ Bisa digunakan menggunakan 1 tangan dalam posisi portrait.
+ Meskipun PPI kecil, namun mata saya tetap nyaman memandang layar A7-10 dalam waktu yang lama sekalipun.
+ Support slot micro sd hingga 32 gb.
+ Dapat update-an OS Android 5.0 Lollipop.
+ Didukung fitur Dolby Audio, dan layar IPS LCD.
+ Dilengkapi fitur untuk memindahkan aplikasi ke sdcard (micro sd), tanpa perlu melakukan proses rooting.
+ Sudah disematkan prosesor Mediatek MT8382M Quad-core 1.3 GHz Cortex-A7 & GPU Mali-450.
+ Dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, hanya 700 ribuan rupiah.
- Kualitas kamera kurang bagus.
- Available memory hanya 4.5 gb.
- Backcase gampang meninggalkan bekas sidik jari.
- Bagian belakang tablet agak panas jika terlalu lama digunakan.
Selain keempat poin minus yang saya temukan, tampaknya bukan alasan untuk tidak meminang tablet ini. Dengan harga murah, pengguna bisa mendapatkan tablet quadcore, dengan layar IPS LCD, serta dukungan OS Android anyar. Saya berharap akan muncul tablet A7-10 selanjutnya yang dibuat oleh produsen selain Lenovo, agar persaingan tablet murah dengan spesifikasi mumpuni akan semakin memanas. Sehingga para pecinta gadget Android memiliki semakin banyak pilihan dalam menentukan tablet murah yang paling sesuai dengan kebutuhan Masing-masing.
Sumber : Iqbal244-Oprek.blogspot
Read more »
Posted by Unknown on November 25, 2015
Game sepakbola tampaknya masih menjadi primadona, serta menjadi pilihan banyak developer / pengembang game untuk mengangkat tema olahraga ini ke dalam game yang dibuatnya. Sudah sangat banyak game bertemakan sepakbola yang dibuat untuk perangkat Android, salha satunya game Football King Rush ini. Di dalam game, permainan tidak akan berlangsung dengan 11 pemain melawan 11 pemain lainya. Pemain hanya perlu mengontrol satu karakter pesepakbola dan bermain dari satu stage ke stage berikutnya.
Ada dua buah mode game yang bisa dimainkan yaitu League dan Mission. Pada mode game League pemain akan melawan satu karakter pesepakbola lainya, dimana yang mencetak 2 buah gol terlebih dahulu akan keluar sebagai pemenang. Untuk mencetak skor tidaklah mudah, karakter yang dimainkan harus berlari dari tengah lapangan dengan melewati banyak pemain lawan, mengumpulkan item, baru setelah itu mengarahkan bola yang akan ditendang. Agak absurd sih sebetulnya, karena pemain bisa menggunakan power / kekuatan yang jika digunakan sudah pasti gol. Serta ada Efek-efek api yang keluar pada bola, haha. Gamenya lumayan menghibur, namun kualitas grafiknya masih perlu di tingkatkan.
Info
Size : Apk (49 Mb)
Requirement : 2.3+ | Offline
Genre : Sports
Tested : Lenovo A7-10 (Mali 450)
Mod :1. Unlimited Money2. Unlimited Lives (Balls)3. Unlimited Tickets
7.4 / 10
Google Playstore
Credit to Sleipnir
Read more »